Doa (bagian 1)

Assalaamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh….

Pada postingan kali ini, saya akan menuliskan tentang doa. Kenapa tentang doa? Karena doa merupakan hal yang sangat umum dan lumrah yang sering kita lakukan. Apakah itu saat kita bangun dan mulai beranjak dari tempat tidur, saat mulai beraktivitas, saat akan makan, saat akan ke WC, dan saat aktivitas lainnya yang kita lakukan semuanya sangat berhubungan erat dengan doa.

Maha Suci Allah yang di tangan-Nya segala kerajaan, dan Dia Maha Kuasa atas segala sesuatu.

Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun (QS Al-Mulk 67:1-2)

Dari potongan surah Al-Mulk diatas dapat kita ketahui bahwa Allah SWT adalah Yang Maha Berkuasa atas segala sesuatu, baik yang ada di langit dan yang ada di bumi, yang hidup, maupun yang mati. Dan Dia akan memberikan ujian kepada seluruh makhluk-Nya untuk dengan tujuan mengangkat derajat kepada derajat yang lebih tinggi, khususnya kepada kita sebagai manusia.

Umumnya segala bentuk ujian, terlebih yang akan menentukan masa depan kita akan memunculkan rasa cemas. Baik masa depan di dunia, dan juga masa depan di akhirat. Kecemasan-kecemasan yang dapat terjadi pada diri kita seperti, was-was akan nilai ujian yang belum keluar, ditimpa kemiskinan, mendapat penyakit yang susah disembuhkan, dan hal lainnya yang dapat membuat hati kita menjadi cemas dan takut.

Oleh karena itu, kita sebagai manusia yang diberkahi Allah SWT akal pikiran hendaknya menggunakan rasa cemas tadi sebagai motivasi atau dorongan kepada kita untuk selalu mendekatkan diri kepada Allah SWT. Caranya adalah dengan perbanyak zikir, memperbaiki kualitas shalat, perbanyak shalat sunnah, perbanyak bersedekah, dan melakukan amalan-amalan bermanfaat lainnya.

Doa adalah solusi yang paling tepat atas kelemahan kita sebagai manusia dan juga cara yang dapat kita lakukan untuk selalu dekat kepada Allah SWT. Doa merupakan serangkaian yang tak dapat dipisahkan dari serangkaian usaha yang akan, sedang, dan telah kita lakukan. Dengan berdoa kepada Allah SWT kita bisa terhindar dari datangnya bala atau minimal meringankannya dan juga dapat menghilangkan rasa cemas dan takut yang datang kepada kita tentunya. Doa merupakan senjata pamungkas bagi orang-orang yang beriman ketika dilanda kecemasan dan dalam menghadapi perkara apapun dalam hidupnya.

Rasulullah SAW bersabda yang artinya :

“Doa adalah senjata seorang mukmin, dan tiang/pilar agama, serta cahaya langit dan bumi”

(Hadits dari Ali diriwayatkan oleh Al-Hakim)

Sekian dulu postingan saya tentang doa kali ini. Bakalan ada kelanjutannya lhoo. Jadi, jangan lupa baca terus postingan lainnya di blog ini.

Wassalaamu’alaikum warrahmatullaahi wabarakaatuh…. 😀

Referensi :

Sisyanto, Rudi. 2012. AGAR DO’A TIDAK SEKEDAR KATA. Pekanbaru : Cetakan Pribadi.

2 thoughts on “Doa (bagian 1)

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *