Shalat Sunnah Rawatib

Shalat sunnah rawatib adalah shalat yang dikerjakan mengiringi pengerjaan shalat fardhu. Shalat sunnah rawatib ini dibagi menjadi dua. Pertama sunnah rawatib qabliyah yang didirikan sebelum shalat fardhu. Dan yang kedua adalah sunnah rawatib ba’diyah yang didirikan setelah shalat  fardhu. Shalat sunnah rawatib dapat digolongkan kepada salah satu amalan yang memiliki beberapa keutamaan jika kita mengerjakannya. Berdasarkan hukum mengerjakannya, shalat rawatib dibagi menjadi dua, yaitu dengan hukum sunnah muakkad, dan ghairu muakkad. Berikut ini adalah penjelasan mengenai shalat rawatib.

 

A. Shalat rawatib muakkad

Muakkad berarti shalat rawatib tersebut sangat dianjurkan sekali untuk didirikan. Yang termasuk ke dalam shalat rawatib muakkad adalah sebagai berikut.

 

1. Dua rakaat sebelum (qabliyah) shalat shubuh

Dari ‘Aisyah Radhiyallahu ‘Anha, bahwa Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Dua rakaat sebelum shubuh lebih baik dari dunia dan seisinya”. (H.R. Muslim No. 725)

Surah yang sebaiknya dibaca saat menunaikan qabliyah shubuh adalah surah Al-Kafirun dan surah Al-Ikhlas.

Dari Abu Hurairah radiyallahu ‘anhu, “Bahwasanya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pada shalat sunnah sebelum subuh membaca surat Al-Kafirun dan surat Al-Ikhlas.”  (HR. Muslim no. 726)

2. Dua rakaat sebelum (qabliyah) dan sesudah (ba’diyah) shalat zhuhur

3. Dua rakaat sesudah (ba’diyah) shalat maghrib

4. Dua rakaat sesudah (ba’diyah) shalat ‘isya

Dari Ibnu ‘Umar Radhiyallahu ‘Anhu, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “Aku menghafal dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sepuluh raka’at (sunnah rawatib), yaitu dua raka’at sebelum Zhuhur, dua raka’at sesudah Zhuhur, dua raka’at sesudah Maghrib, dua raka’at sesudah ‘Isya, dan dua raka’at sebelum Shubuh.(H.R. Bukhari No. 1180)

 

B. Shalat rawatib ghairu muakkad

Yang dimaksud dengan ghaitu muakkad adalah pengerjaan shalat sunnah rawatib ini tidak begitu ditekankan. Berikut ini adalah shalat yang termasuk ke dalam rawatib ghairu muakkad.

1. Empat rakaat sebelum (qabliyah) dan empat rakaat sesudah (ba’diyah) zhuhur

Dari Ummu Habibah Radhiyallahu ‘Anha, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda yang artinya, “arangsiapa merutinkan shalat sunnah empat raka’at sebelum Zhuhur dan empat raka’at sesudah Zhuhur, maka akan diharamkan baginya neraka. (H.R. Abu Dawud No. 1269, AnNasa’I No .1816, At-Tirmidzi No. 428)

2. Dua rakaat sebelum (qabliyah) shalat maghrib

3. Dua rakaat sebelum (qabliyah) shalat ‘isya

 

Itulah penjelasan mengenai shalat sunnah rawatib. Perlu diingat bahwa tiada shalat setelah shalat shubuh sebelum memasuki waktu shalat dhuha. Begitu pula tiada shalat setelah shalat ashar sebelum memasuki waktu shalat maghrib.

Dari Umar bin Khattab Radhiyallahu ‘Anhu, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi Wasallam melarang shalat setelah shalat shubuh hingga matahari terbit dan setelah shalat Ashar hingga matahari terbenam.” (H.R. Bukhari No. 581)

Sumber Referensi:

1. Dakwatuna

2. Muslim Or Id

3. Muslim Or Id

4. Rumaysho

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *