[KAJIAN] Mujahid Abad 21

Penceramah : Ustadz Abdul Somad, Lc., M.A.

Judul : Mujahid Abad 21

Hari / Tanggal : Ahad / 2 April 2017 || 6 Rajab/7 1438

Tempat : Masjid Muthmainnah Jalan Kartini Pekanbaru

 

Mujahid berasal dari kata jihad, yang diambil dari tiga huruf bahasa arab. Huruf jim, ha, dan dal. Jihad berarti berusaha dalam segala hal. Jihad juga berarti mengerahkan segala kemampuan agar dapat berbuat baik. Orang yang melakukan jihad ini yang kemudian dinamakan mujahid. Namun pada masa sekarang makna jihad telah bergeseer menjadi sekadar perang, perang dan perang. Memang benar, salah satu cabang jihad adalah perang. Tetapi satu hal yang harus diingat bahwa JIHAD TIDAK HANYA BERPERANG.

Contoh berjihad lainnya adalah membebaskan dari menyembah kepada selain Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Allah berfirman dalan Surah Al-Furqa ayat ke 52.

فَلَا تُطِعِ الْكَافِرِينَ وَجَاهِدْهُم بِهِ جِهَادًا كَبِيرًا

“Maka janganlah kamu mengikuti orang-orang kafir, dan berjihadlah terhadap mereka dengan Al Quran dengan jihad yang besar.” (Q.S. Al-Furqan [25]:52)

Maksud berjihadlah terhadap mereka dengan Al-Qur’an pada ayat di atas adalah dengan mengusai isi Al-Qur’an dengan ilmu yang benar. Kemudian menjelaskan isi Al-Qur’an tersebut kepada mereka agar mereka mengetahui kebenaran yang terkandung di dalam Al-Qur’an. Dengan menjelaskan isi Al-Qur’an dengan menggunakan ilmu yang benar, maka harapan mereka yang kafir untuk memeluk Islam menjadi semakin besar.

Contoh lainnya adalah jihad terhadap orang-orang munafik. Sebagaimana firman Allah Subhanahu Wa Ta’aala dalam surah At-Taubah ayat ke 73.

يَا أَيُّهَا النَّبِيُّ جَاهِدِ الْكُفَّارَ وَالْمُنَافِقِينَ وَاغْلُظْ عَلَيْهِمْ ۚ وَمَأْوَاهُمْ جَهَنَّمُ ۖ وَبِئْسَ الْمَصِيرُ

“Hai Nabi, berjihadlah (melawan) orang-orang kafir dan orang-orang munafik itu, dan bersikap keraslah terhadap mereka. Tempat mereka ialah jahannam. Dan itu adalah tempat kembali yang seburuk-buruknya.” (Q.S. At-Taubah [9]: 73)

Makna berjihad pada ayat di atas tidak hanya berperang, Namun lebih dari itu. Kata berjihadlah pada surah di atas bermakna melawan segala tipu daya yang mereka lakukan. Menyingkap argumen-argumen palsu kaum munafik dengan argumen-argumen yang berdasarkan Al-Qur’an. Kemudian menjadi penyeimbang segala informasi bathil yang disebarkan oleh orang-orang munafik dengan menyebarkan pula informasi-informasi yang sebenarnya. Hal ini tentu saja agar orang awam tidak terjebak ke dalam tipu daya yang dilakukan oleh kaum munafik untuk menjerumuskan manusia ke dalam kesesatan dan mejauhkan mereka dari agama Allah Azza Wa Jalla.

Jihad lainnya adalah jihad dalam menuntut ilmu. Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda dalam hadits berikut ini.

حَدَّثَنَا نَصْرُ بْنُ عَلِيٍّ، قَالَ حَدَّثَنَا خَالِدُ بْنُ يَزِيدَ الْعَتَكِيُّ، عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ الرَّازِيِّ، عَنِ الرَّبِيعِ بْنِ أَنَسٍ، عَنْ أَنَسِ بْنِ مَالِكٍ، قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صلى الله عليه وسلم ‏ “‏ مَنْ خَرَجَ
فِي طَلَبِ الْعِلْمِ فَهُوَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ حَتَّى يَرْجِعَ ‏”‏ ‏.‏ قَالَ أَبُو عِيسَى هَذَا حَدِيثٌ حَسَنٌ غَرِيبٌ وَرَوَاهُ بَعْضُهُمْ فَلَمْ يَرْفَعْهُ ‏.‏
Dari Annas bin Malik, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam bersabda, “Barang siapa berangkat dari tempat kediamannya demi menuntut ilmu pengetahuan, berarti ia berada di jalan Allah hingga ia kembali atau pulang.” (H.R. At-Tirmidzi)
Ilmu pengetahuan sangat mulia kedudukannya dalam Islam. Dengan ilmu, kedudukan dan derajat seseorang akan Allah Subhanahu Wa Ta’aala naikkan beberapa derajat dibandingkan denganorang yang tidak memiliki ilmu. Bahkan menurut hadits di atas, siapa saja yang menuntut ilmu, baik ilmu dunia maupun ilmu agama, Allah Subhanahu Wa Ta’aala anggap sebagai orang yang sedang berjihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’aala. Misalnya saja ada orang yang menguasai ilmu kedokteran berbarengan dengan ilmu agama. Dengan kedua ilmu yang kita miliki, kita dapat menjelaskan asal kejadian manusia di dalam rahim kepada orang-orang kafir, dan bahkan kepada orang ateis, sesuai dengan yang ada di dalam Al-Qur’an. Hal ini tentu saja agar pikiran mereka tentang Islam terbuka dan Allah Subhanahu Wa Ta’aala berkenan memberikan hidayah kepada mereka untuk memeluk Islam. Tidak hanya ilmu kedokteran, segala ilmu yang kita miliki, segala kemampuan yang kita miliki, asal diniatkan untuk berjihad fi sabilillah, InsyaAllah Allah Subhanahu Wa Ta’aala memberikan pahala yang besar kepada kita.
Berjihad di jalan Allah juga bisa dilakukan dengan harta dan jiwa yang kita miliki. Asalkan sesuai dengan kemampuan masing-masing yang kita miliki. Allah berfirman dalam surah Ash-Shaf ayat ke 11.

تُؤْمِنُونَ بِاللَّهِ وَرَسُولِهِ وَتُجَاهِدُونَ فِي سَبِيلِ اللَّهِ بِأَمْوَالِكُمْ وَأَنفُسِكُمْ ۚ ذَٰلِكُمْ خَيْرٌ لَّكُمْ إِن كُنتُمْ تَعْلَمُونَ

“(yaitu) kamu beriman kepada Allah dan Rasul-Nya dan berjihad di jalan Allah dengan harta dan jiwamu. Itulah yang lebih baik bagimu, jika kamu mengetahui.” (Q.S. As-Saf [61]: 11)

Dengan mengeluarkan harta yang kita miliki untuk berjihad di jalan Allah Subhanahu Wa Ta’aala tentu saja akan mendapatkan balasan yang besar. Namun jika kita tidak dapat mengeluarkan harta disebabkan ketidakpunyaan harta kita untuk jihad fi sabilillah, maka kita dapat berjihad dengan jiwa atau nyawa yang kita miliki. Yang menjadi fokus adalah agar tetap tegaknya agama Allah Subhanahu Wa Ta’aala ini dan berkontribusi kita di dalamnya agar hal itu tercapai. Balasan yang Allah Subhanahu Wa Ta’aala berikan kepada orang-orang yang berjihad, baik jihadnya berupa harta, ilmu, kemampuan, dan dalam bentuk lainnya, adalah ampunan dan tentu saja surga akan mereka dapatkan.

Semoga kita adalah orang yang senantiasa berjihad di jalan Allah dan terus menginginkan agar agama Islam yang telah diridhai oleh-Nya tetap tegak. Aaamiiin.

https://quran.com/25/52

https://quran.com/9/73

https://quran.com/61/11

http://sunnah.com/tirmidhi/41/3

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *